Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dialah Alloh, Dzat
Yang Maha Mengetahui segala rahasia yang tersimpan di dalam hati. Dialah
Alloh, Dzat Yang Maha Mendengar setiap bisikan. Hanya kepada Alloh kita
memohon pertolongan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada
baginda nabi Muhammad Saw.
Saudaraku,
penting bagi kita untuk selalu menjaga hati agar senantiasa berada
dalam keadaan bersih dari noda-noda dosa. Penting bagi kita untuk
menjaga hati dari berbagai penyakit yang bisa membusukkannya. Karena
hati yang rusak, hati yang busuk, hati yang legam oleh noda-noda dosa
adalah hati yang akan sulit dan keras untuk menerima nasehat-nasehat
kebenaran dan kebaikan. Hati yang demikian akan mudah sekali tersesat.
Dan
jikalau hati kita sudah rusak dan kotor, maka akan berpengaruh kepada
seluruh bagian dari diri kita. Perilaku kita cenderung akan tidak
terkontrol, pikiran kita pun demikian, kesehatan terganggu, begitu juga
hubungan kita dengan orang lain. Dan yang lebih berbahaya adalah
rusaknya hubungan kita dengan Alloh Swt. Na’udzubillahi mindzalik!
Rosululloh Saw. bersabda, “Sesungguhnya
di dalam tubuh ada segumpal darah. Jika segumpal darah itu baik, maka
baiklah seluruh tubuh. Namun, jika segumpal darah itu rusak, maka
rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah hati.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Saudaraku,
betapa banyak manusia yang celaka dalam hidupnya di dunia disebabkan
kekotoran hatinya sendiri. Tidak sedikit orang yang iri dengki pada
tetangganya, ia memaksakan hidup di luar kemampuannya, berhutang ke sana
sini lalu terlilit hutang. Kemudian gelisah, malu, hidupnya tersiksa.
Tidak
sedikit juga orang yang ingin cepat naik jabatan, ingin terpandang di
mata orang lain karena kedudukan, ingin cepat naik gaji dan tunjangan,
lalu ia menempuhnya dengan jalan ketidakjujuran. Ia sikut kanan-kiri,
halalkan berbagai cara, tak ragu untuk korupsi, sogok sana sogok sini.
Kemudian, rasa takut menyempitkan hatinya. Takut ketahuan oleh aparat
hukum, sebelum kemudian ia benar-benar terjerat kasus dan dihukum.
Padahal,
demi Alloh, kita sesungguhnya tidak menjadi terhormat oleh uang,
kedudukan, jabatan, gelar, garis keturunan. Bukan itu yang membuat kita
dihormati oleh orang lain. Kita dihormati orang lain adalah karena Alloh
Yang Maha Pengasih masih menutupi keburukan diri kita di hadapan
mereka. Dan, sungguh hanya Alloh yang kuasa memberi kedudukan dan
kehormatan kepada kita, dan hanya Alloh yang kuasa mengambilnya dari
diri kita.
Semoga Alloh Swt. senantiasa melimpahkan taufik dan
hidayah-Nya kepada kita agar kita terhindar dari hati yang kotor dan
rusak. Semoga kita tergolong hamba-hamba Alloh yang kembali kepada-Nya
dalam keadaan qolbun saliim. Aamiin yaa Robbal ‘aalamin.[]
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.









0 #type=(blogger):
Posting Komentar