This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label TOKOH ACEH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH ACEH. Tampilkan semua postingan

16 Jun 2014

POCUT DI BIHEUE ATAU POCUT MEURAH INTAN

Dalam Prominent Women in The Glimpse of History (Wanita-wanita Utama Nusantara dalam Lintasan Sejarah) riwayat singkat dan asal usul Pocut Di Biheue dijelaskan oleh T
Share:

SEJARAH POCUT BAREN

Pocut Baren, putri uleebalang Teungkop, Teuku Cut Amat satu diantara sekian wanita Aceh yang tercatat sejarah sebagai pejuang tangguh. Namanya tercatat dalam Prominent Women in The Glimpse of History.

Teungkop merupakan sebuah daerah bagian dari federasi Kaway XII di pantai barat Aceh tempat Pocut Baren dilahirkan. Dalam buku Wanita Utama Nusantara, Ibrahim Alfian mengungkapkan, setelah dewasa Pocut Baren menikah dengan seorang keujruen yang menjadi uleebalang Gume. Seorang pemimpin perjuangan melawan Belanda di daerah Woyla.
Share:

MENGENANG CUT NYAK MEUTIA - SALAH SEORANG PAHLAWAN ACEH



Selalu ada saja yang menarik dari perempuan Aceh untuk dibicarakan. Keberanian dan keshalihan menjadi topik utamanya. Seluruh bangsa Indonesia pun mengakuinya. Bahkan penjajah Belanda pun dibuat terkagum-kagum dengan keberanian para perempuan serambi mekah.

Adalah H.C Zentgraaff mantan serdadu Belanda yang dimasa pensiunnya beralih menjadi wartawan. Seorang penulis berkebangsaan Belanda yang sangat mengagumi keberanian perempuan Aceh. Terakhir dia menjabat sebagai redaktur di surat kabar Java Bode. Zentgraaff mengabadikan perang Aceh beserta para pejuangnya, baik pejuang laki-laki maupun perempuan. Salah satu tokoh pejuang wanita yang dikagumi Zentgraaff adalah Cut Nyak Meutia.
Share:

15 Jun 2014

TEUNGKU MUHAMMAT DAUT BEUREEH


Teungku Muhammad Daud Beureueh adalah salah satu tokoh ulama besar Aceh. Bersama ulama lain pada zamannya, beliau berjuang mengibarkan dan menegakkan panji-panji Islam di bumi Aceh. Sebagaimana yang pernah dituturkannya kepada Boyd R. Compton dalam sebuah wawancara :

"Anda harus tahu, kami di Aceh ini punya sebuah impian. Kami mendambakan masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda, pada masa Aceh menjadi Negara Islam. Di zaman itu, pemerintahan memiliki dua cabang, sipil dan militer. Keduanya didirikan dan dijalankan menurut ajaran agama Islam. Pemerintahan semacam itu mampu memenuhi semua kebutuhan zaman moderen. Sekarang ini kami ingin kembali ke sistem pemerintahan semacam itu". (Boyd R. Compton, Surat-Surat Rahasia Boyd R. Compton, Jakarta: LP3ES, 1995)
Share:

ISKANDAR MUADA - ADALAH SALA SEORANG SULTAN KERAJAAN ACEH

Sultan Iskandar Muda merupakan Raja paling berpengaruh pada Kerajaan Aceh. Ia lahir di Aceh pada tahun 1593. Nama kecilnya adalah Perkasa Alam. Dari pihak ibu, Sultan Iskandar Muda merupakan keturunan dari Raja Darul-Kamal, sedangkan dari pihak ayah ia merupakan keturunan Raja Makuta Alam. Ibunya bernama Putri Raja Indra Bangsa, atau nama lainnya Paduka Syah Alam, yang merupakan anak dari Sultan Alauddin Riayat Syah, Sultan Aceh ke-10. Putri Raja Indra Bangsa menikah dengan Sultan Mansyur Syah, putra dari Sultan Abdul Jalil (yang merupakan putra dari Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahhar, Sultan Aceh ke-3). Jadi, sebenarnya ayah dan ibu dari Sultan Iskandar Muda merupakan sama-sama pewaris kerajaan.

Sultan Iskandar Muda menikah dengan seorang putri dari Kesultanan Pahang, yang lebih dikenal dengan Putroe Phang.
Dari hasil pernikahan ini, Sultan Iskandar Muda dikaruniai dua buah anak, yaitu Meurah Pupok dan Putri Safiah. Konon, karena terlalu cintanya sang Sultan dengan istrinya, Sultan memerintahkan pembangunan Gunongan di tengah Medan Khayali (Taman Istana) sebagai tanda cintanya. Kabarnya, sang puteri selalu sedih karena memendam rindu yang amat sangat terhadap kampung halamannya yang berbukit-bukit. Oleh karena itu Sultan membangun Gunongan untuk mengobati rindu sang puteri. Hingga saat ini Gunongan masih dapat disaksikan dan dikunjungi. 
Share:

SEJARAH TEUNGKU CHIK DI TIRO

Postingan kali ini saya akan mencoboak menceritakan tentang sejarah Teungku Chik di Tiro (Bahasa Aceh, artinya Imam ulama di daerah Tiro) atau Muhammad Saman (Tiro, Pidie, 1836 – Aneuk Galong, Aceh Besar, Januari 1891), adalah seorang pahlawan nasional dari Aceh.

Teuku Cik di Tiro yang nama sebenarnya ialah Muhammad Saman, dilahirkan tahun 1836 M atau 1251 H di Dayah Jrueng Kenegeria  Cumbok Lam Lo, Tiro, daerah Pidie, Aceh. Ayahnya bernama Syekh Abdullah, guru agama di Garot, dekat Sigli. Ibunya, Siti Aisyah, adalah adik dari Teungku Cik Dayah Cut, ulama terkenal di Tiro. Saman menjalani masa kecilnya di dua tempat, di Garot dan di Tiro. Di tempat-tempat itu ia bergaul dengan para santri. Pelajaran agama mula-mula didapat dari ayahnya dan kemudian dari pamannya. Ibunya mengajarinya menulis huruf Arab. Perhatiannya cukup besar terhadap buku-buku tasawuf karangan Imam Ghazali.
Share:

SEJARAH LAKSAMANA WANITA PERTAMAH DIDUNIA. ( LAKSAMANA KEUMALAHAYATI )

Pada postingan saya kali ini saya akan memceritakan tentang kisah seorang laksamana wanita yang sangat berjasa pada masa kejayaan Kesultana Aceh Darussalam yaitu laksamana kumalahayati. oke langsung aja mari kita simak ceritanya.

1. Riwayat Hidup

Laksamana Keumalahayati merupakan wanita pertama di dunia yang pernah menjadi seorang laksamana. Ia lahir pada masa kejayaan Aceh, tepatnya pada akhir abad ke-XV. Berdasarkan bukti sejarah (manuskrip) yang tersimpan di University Kebangsaan Malaysia dan berangka tahun 1254 H atau sekitar tahun 1875 M, Keumalahayati berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Belum ditemukan catatan sejarah secara pasti yang menyebutkan kapan tahun kelahiran dan tahun kematiannya. Diperkirakan, masa hidupnya sekitar akhir abad XV dan awal abad XVI.
Share:

14 Jun 2014

MENGENAL HAMZAH FANSURI

Hamzah Fansuri, Pemantik Peradaban Aceh

Tak banyak sejarah yang menukil seorang maestro peradaban yang tidak hanya dikenal di timur tapi juga di Barat. Dia Hamzah Fansuri, ulama yang pujangga nusantara. Dalam karya-karyanya ditemukan kunci peradaban satu kaum (Aceh). Di Malaysia, sastra menjadi tumpuan kaki peradaban Melayu, sehingga pujangga ditempatkan di atas para intelektual. Jika kita simak  satu lagu Aceh yang sering dinyanyikan oleh Rafly (penyanyi/penyair Aceh), maka kita tidak akan bisa melupakan syair berikut.

Share:

SEJARA SYEKH ABDUL RAUF AL-SINGKILI /TEUNGKU SYEKH KUALA

Inilah ulama besar yang ikut mewarnai sejarah mistik Islam di nusantara. Namanya Sheikh Abdur Rauf Singkili, terkadang ditulis Abdur Al-Ra'uf Al-Sinkili. Mistik Islam itu ia ajarkan melalui Tarekat Syattariyah.
Tarekat Syatariyah sendiri mulai muncul di India pada abad 15. Nama Syattariyah dinisbahkan kepada tokoh yang mempopulerkan dan berjasa mengembangkannya, yaitu Abdullah Al-Syattar.
Tarekat Syattariyah pernah menduduki posisi penting lantaran tarekat ini merupakan salah satu tarekat yang besar pengaruhnya di dunia Islam. Di Indonesia, tarekat ini lalu dikembangkan oleh Sheikh Singkel.
Dilahirkan di surau, Aceh, pada 1024 H/1615 M, nenek moyang Sheikh Singkel berasal dari Persia yang datang ke Kesultanan Samudera Pasai pada akhir abad ke-13. Nama Singkel dinisbakah pada daerah kelahirannya itu.
Share:

SEJARAH SYEIKH NURRUDDIN AR- ARNURY

Syeikh Nurruddin Ar-Raniry lahir pada abad ke-10 H atau 16 M di Ranir wilayah Surat, Gujarat, pantai barat India. Ayahnya Ali Ar-Raniry dan ibunya asli orang Melayu.
Ulama yang namanya ditabalkan pada Institus Agama Islam Negeri (IAIN) di Darussalam, Banda Aceh ini, dalam faham keislamannya, sangat bertolak belakang dengan faham wujudiah yang diajarkan oleh ulama Aceh seangkatannya; Hamzah Fansuri.
 
Penetangannya terhadap Wujudiah, dituangkan dalam kitab Ma’a al-Hayat Li al-Mamat. Yang berisikan bantahan-bantahan terhadap ajaran Wujudiah. Salah satu alasannya menentang ajaran Wujudiah dalam kitab tersebut adalah tentang ke-Esaan wujud Tuhan dengan wujud alam dan manusia. Alasannya, jika benar Tuhan dan makhluk itu hakikatnya satu, maka semua makhluk ciptaan Allah adalah Allah. Hal ini menurutnya mengartikan bahwa apa yang dimakan, diminum, dan dibakar itu adalah Allah. Dengan demikian berarti semua perbuatan manusia dan makhluk lainnya, seperti membunuh dan mencuri adalah perbuatan Allah (Ahmad Daudi,1978).
Share:

SEJARAH SYAMSUDDIN SUMATRANI

Sejak lama Aceh telah dikenal sebagai satu-satunya daerah yang aksentuasi keislamannya paling menonjol. Selain menonjolnya warna keislaman dalam kehidupan sosio-kultur di sana, ternyata di Serambi Mekah ini pernah tersimpan pula sejumlah Sufi ternama semisal Samsuddin Sumatrani.
Syamsuddin Sumatrani adalah salah satu tokoh sufi terkemuka yang telah turut mengguratkan corak esoteris pada wajah Islam di Aceh. Sayangnya perjalanan hidup sang sufi ini sulit sekali untuk dirangkai secara utuh. Hal ini selain karena tidak ditemukannya catatan otobiografisnya, juga karena langkanya sumber-sumber akurat yang dapat dirujuk.
Bahkan tidak kurang peneliti seperti Prof. Dr. Azis Dahlan yang pernah mengadakan penelitian untuk disertasinya, merasa kesulitan dengan langkanya sumber-sumber mengenai tokoh sufi yang satu ini. Diantara sumber tua yang dapat dijumpai mengenai potret Syamsuddin Sumatrani adalah Hikayat Aceh, Adat Aceh, dan kitab Bustanu al-Salathin. Itupun tidak memotret perjalanan hidupnya secara terinci. Meski demikian, dari serpihan-serpihan data historis yang terbatas itu kiranya cukuplah bagi kita untuk sekedar memperoleh gambaran akan kiprahnya berikut spektrum pemikirannya. 
Share:

13 Jun 2014

SEJARAH SYEKH HAMZAH FANSURI

Riwayat Hidup Syekh Hamzah Fansuri

Syekh Hamzah Fansuri adalah seorang cendekiawan, ulama tasawuf, sastrawan dan budayawan terkemuka yang diperkirakan hidup antara abad ke-16 sampai awal ke-17. Tahun lahir dan wafat Syekh tak diketahui dengan pasti. Riwayat hidup Syekhpun sedikit sekali diketahui. Sekalipun demikian, dipercaya bahwa Hamzah Fansuri hidup antara pertengahan abad ke-16 hingga awal abad ke-17. Kejian terbaru dari Bargansky menginformasikan bahwa Syekh hidup hingga akhir masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) dan mungkin wafat beberapa tahun sebelum kedatangan Nuruddin ar-Raniry yang keduakalinya di Aceh pada tahu 1637. Sebelumnya, Syed Muhammad Naguib al-Attas berpendapat bahwa Syekh hidup sampai masa awal pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang masyhur itu.
Share:

8 Jun 2014

KISAH TENGKU NYAK ARIF

Teuku Nyak Arif

Di bentaran Krueng Lamnyong, 66 tahun lalu jasad itu dikebumikan. Tepatnya 4 Mei 1946, Teuku Nyak Arif meninggal dunia. Ia yang kemudian digelar pahlawan nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden RI Nomor 071/TK, tanggal 9 November 1974.

Teuku Nyak Arif dikenal sebagai nasionalis tulen. Dalam pidatonya pada Maret 1945, sebagaiWakil Ketua DPR seluruh Sumatera ia berujar. “Indonesia merdeka harus jadi tujuan hidup bersama.”

Menelisik lebih jauh ke belakang. Ia juga turut mendirikan “Taman Siswa” dan “Muhammadiyah”. Ia dikenal sebagai tokoh yang peduli pada pendidikan. Ia pun kemudian digelar sebagai Bapak Pendidikan Aceh.

Untuk membiayai pendidikan putra-putri Aceh, Teuku Nyak Arif terlibat dalam Atjeh Studiefond, bahkan menjabat sebagai ketua lembaga yang mengirim pemuda Aceh ke berbagai perguruan tinggi itu.
Share:

Total Pageviews

Popular Posts