Nabi
merupakan manusia pilihan yang diberikan kesempurnaan dan mukjizat oleh
Allah SWT untuk mengajak umat manusia pada jalan kebenaran, sehingga
terhindar dari berbagai macam adzab baik di dunia maupun akhirat.
Kesuksesan seorang Nabi, tentunya atas kehendak Allah SWT. Dan salah
satu rahasia kesuksesan Rasulullah SAW adalah mudahnya beliau dalam
memaafkan, apalagi dalam urusan pribadi.
Seorang
kafir Quraisy yang hendak membunuh Beliau pun dimaafkan dengan mudah.
Pada saat Fathu Mekkah atau penaklukan kota Mekkah oleh kaum muslimin,
tidak ada pertumpahan darah yang terjadi pada saat itu. Kebesaran jiwa
Rasulullah SAW, yang membuatnya bersedia memaafkan mereka, menyebabkan
kaum musyrikin Quraisy di Mekkah berbondong-bondong memeluk agama Islam
saat itu juga.Selain
Rasulullah SAW, Nabi Yusuf AS pun menunjukkan keteladanan yang sama.
Saat telah menjadi pejabat tinggi di Istana Fir’aun di Mesir, beliau
dapat mudah memaafkan saudara-saudaranya yang dulu melemparkannya ke
sumur. Jika Beliau berkehendak, para pengawalnya bisa saja dengan mudah
menghukum mati para saudaranya yang pernah mendzaliminya tersebut.Sungguh
sangat disayangkan bukan, bila kita sia-siakan begitu saja keteladanan
para Nabi yang mudah memaafkan seseorang yang telah mendzaliminya. Untuk
itu, mari kita mencoba meneladani sifat mulia dari mereka, yang
termasuk memaafkan sesama.
Sumber : http://www.reportaseterkini.com








0 #type=(blogger):
Posting Komentar