Alhamdulillah.
Segala puji hanya milik Alloh Swt., Dzat Yang Maha Mensyukuri amal sholeh
setiap hamba-Nya. Dialah Alloh yang melipatgandakan ganjaran bagi hamba-Nya
yang senantiasa bersyukur. Sholawat dan salam semoga sellau terlimpah kepada
baginda nabi Muhammad Saw.
Saudaraku,
beruntunglah orang-orang yang pandai bersyukur kepada Alloh Swt. dalam setiap
keadaan yang menimpanya. Karena hanya kepada orang-orang yang bersyukurlah
Alloh akan semakin melimpahkan karunia-Nya. Maka, kita berharap bisa menjadi
golongan orang yang beruntung itu.
Ada tiga
syarat supaya kita menjadi ahli syukur. Pertama, hati benar-benar yakin
bahwa hanya Alloh yang kuasa melimpahkan segala nikmat dan karunia. Alloh Swt.
berfirman, “Dan apa
saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Alloh-lah (datangnya), dan bila kamu
ditimpa oleh kemadhorotan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.”
(QS. An Nahl [16]: 53)
Alloh
Swt. adalah sumber rezeki. Sedangkan jalannya bisa dari banyak jalan, bisa dari
teman, orangtua, kerabat, bahkan dari mana saja yang tak disangka-sangka.
Kedua, selalu
memuji Alloh dalam setiap keadaan. Saat sehat, Alhamdulillah. Saat sakit, Alhamdulillah.
Kenapa? Karena apa yang menjadi ketentuan Alloh itu tak ada yang
jelek. Pada penilaian manusia, sehat rasanya lebih baik dari sakit. Padahal
jika kita tafakuri lagi, di balik sakit ada pengguguran dosa, di balik sakit
ada pahala yang melimpah, di balik sakit ada doa yang mustajab yang boleh jadi
tidak kita dapatkan ketika sehat.
Demikian
juga saat untung, Alhamdulilah. Dan saat rugi, juga Alhamdulillah.
Mengapa? Karena boleh jadi Alloh uji kita dengan kerugian supaya kita tidak
terbuai dengan materi, supaya kita tidak bergantung pada materi, supaya kita
tetap berpegang kepada Alloh Swt. Ar Rozzaaq.
Saat
jadi menikah, Alhamdulillah. Saat batal menikah,
juga Alhamdulillah.
Mengapa? Karena pasti Alloh Maha Tahu siapa yang lebih baik untuk
kita. Alloh jauh lebih tahu kebutuhan kita dibandingkan diri kita sendiri.
Takdir Alloh pasti kebaikan.
Ketiga, punya
kebiasan berterimakasih kepada manusia. Orang yang pandai bersyukur kepada
Alloh adalah orang yang pandai berterimakasih kepada sesamanya yang menjadi
jalan bagi datangnya karunia Alloh Swt. Rosululloh Saw. bersabda, “Tidak
disebut bersyukur kepada Alloh orang yang tidak berterimakasih kepada manusia.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Berterimakasihlah
kepada orangtua yang sekian lama merawat dan mendidik kita. Berterimakasihlah
kepada guru yang telah mengajarkan kita ilmu. Berterimakasihlah kepada siapa
saja yang telah menjadi jalan kebaikan bagi kita sekecil apapun.
Semoga
kita termasuk ahli syukur. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]
Oleh:
KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.









0 #type=(blogger):
Posting Komentar